PEMKAB EMPAT LAWANG GELAR APEL SIAGA BENCANA, PERKUAT KESIAPSIAGAAN HADAPI CUACA EKSTREM

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menggelar Apel Pasukan Siaga Bencana Hidrometeorologi pada Rabu, 28 Januari 2026, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi ancaman bencana selama musim hujan.


Apel yang berlangsung di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Empat Lawang tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang, Fauzan Khoiri Denin, yang mewakili Bupati Empat Lawang. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten.


Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Tagana, Dinas Kesehatan, dan sejumlah OPD terkait. Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi dan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Empat Lawang.


Dalam sambutannya, Fauzan Khoiri Denin menyampaikan bahwa Kabupaten Empat Lawang memiliki potensi bencana hidrometeorologi, antara lain banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.


Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan pada periode 21–31 Januari 2026 berpeluang mengalami curah hujan kategori menengah dengan probabilitas lebih dari 70 persen, sementara Kabupaten Empat Lawang diprakirakan memiliki curah hujan kategori rendah hingga sedang. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi cuaca dapat berubah dan hujan lebat berpotensi menimbulkan dampak di wilayah tertentu.


Sekda juga mengingatkan bahwa masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan perbukitan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana. Kondisi geografis dan tingginya curah hujan pada waktu tertentu dapat meningkatkan risiko banjir maupun tanah longsor, sehingga informasi peringatan dini dan kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi hal yang penting.


Melalui apel siaga tersebut, koordinasi antarlembaga diharapkan semakin kuat, baik dalam pemantauan potensi bencana, penyampaian informasi kepada masyarakat, maupun pelaksanaan penanganan darurat apabila terjadi keadaan yang membutuhkan respons cepat. Kesiapan personel dan dukungan peralatan juga menjadi unsur penting dalam menunjang upaya penanggulangan bencana secara terkoordinasi.


Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan informasi cuaca dari BMKG dan arahan petugas berwenang. Warga di daerah rawan diharapkan segera melaporkan tanda-tanda bahaya, seperti kenaikan debit sungai, retakan tanah, atau pergerakan lereng, serta menghindari lokasi berisiko ketika hujan deras berlangsung.


Pelaksanaan Apel Pasukan Siaga Bencana Hidrometeorologi ini menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kesiapan bersama dan upaya berkelanjutan. Dengan koordinasi lintas sektor, kewaspadaan masyarakat, serta langkah mitigasi yang tepat, risiko dan dampak bencana di Kabupaten Empat Lawang diharapkan dapat diminimalkan demi menjaga keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama