SENTUHAN KEBERSAMAAN PEMKAB EMPAT LAWANG: KEBANGKITAN WARGA AIR KELINSAR PASCA-BANJIR BANDANG

Empat Lawang, Kabar Pinggiran – Ketanggapan sebuah pemerintah daerah diuji bukan saat kondisi aman, melainkan ketika bencana datang menyapa warga di pelosok desa. Komitmen inilah yang ditunjukkan secara nyata oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang saat merespons bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah pinggiran pada Kamis malam, 8 Januari 2026, dengan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi.


Terjangan air bah yang membawa material lumpur, pasir, dan bebatuan tersebut menghantam pemukiman di kawasan Desa Air Kelinsar, Kecamatan Ulu Musi. Berdasarkan data akurat yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang, bencana luapan Sungai Kapuar ini berdampak langsung pada 26 rumah warga, di mana 7 unit di antaranya mengalami rusak berat dan 19 unit lainnya rusak sedang.

Mendengar kabar duka dari wilayah hilir tersebut, Bupati Empat Lawang secara ksatria dan terbuka langsung menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat. Meski kendala teknis membuat dirinya belum dapat berdiri langsung di titik lokasi pada hari pertama, Bupati menggaransi penuh bahwa Pemerintah Daerah tetap hadir secara utuh di tengah-tengah penderitaan warga.

Bukti konkret dari instruksi tersebut langsung terlihat ketika Bupati mengutus Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Empat Lawang untuk memimpin langsung operasi kemanusiaan di lapangan. Kehadiran pejabat tertinggi birokrasi daerah ini memastikan bahwa seluruh proses pengambilan keputusan taktis untuk membantu warga pinggiran dapat berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi.

Turun langsung menyusuri jalanan desa bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, Sekda memimpin penyaluran bantuan darurat dari Dinas Sosial berupa logistik pangan, pakaian, obat-obatan, hingga kebutuhan balita. Langkah cepat ini menjadi penawar duka sekaligus memberikan ketenangan psikologis yang sangat berarti bagi 26 kepala keluarga yang sedang berjuang memulihkan keadaan.

Tidak hanya memberikan bantuan moril, Pemkab Empat Lawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung menerjunkan tim teknis untuk memetakan kerusakan infrastruktur desa. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk segera mengalokasikan anggaran rekonstruksi darurat agar jembatan, jalan usaha tani, dan fasilitas umum yang rusak bisa segera diperbaiki demi kelancaran urat nadi perekonomian warga.

Sementara itu, dari sisi penanganan darurat, Plt Kepala BPBD Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, memastikan bahwa kesiapsiagaan Tim Reaksi Cepat (TRC) di lokasi bencana berjalan sangat optimal. Melalui penerapan pola evakuasi yang terstruktur dan kerja sama yang erat dengan warga setempat, BPBD mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang ini.

Sinergi yang kuat antara petugas pemkab dan semangat gotong royong masyarakat pinggiran membuahkan hasil pemulihan yang sangat cepat. Pada pertengahan Januari 2026, Hendra Lezi mengumumkan bahwa seluruh debit Sungai Kapuar telah kembali ke ambang batas aman, sisa-sisa material lumpur pekat di pemukiman telah bersih, dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat Desa Air Kelinsar telah pulih normal sepenuhnya.

Menutup rangkaian penanganan komprehensif ini, Pemkab Empat Lawang melalui Plt Asisten I Setda, Soleha Apriani, menegaskan bahwa pelayanan hingga ke tapal batas desa adalah prioritas utama pemerintah. Ke depan, program mitigasi jangka panjang seperti normalisasi berkala dan pembangunan benteng penahan luapan sungai akan terus ditingkatkan demi memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh warga Kabupaten Empat Lawang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama